Rabu, 12 Oktober 2016

Tingkatkan Rumah Layak Huni, Pemerintah Beri Bantuan Sampai Dengan 15 Juta Rupiah

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dengan besaran Rp 7,5-15 juta per rumah. Bantuan ini khusus diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Bagaimana cara masyarakat mendapatkannya?

Rekomendasi penerima bantuan BSPS dari Kementerian PUPR didapatkan dari usulan masyarakat yang dikirimkan ke pemerintah kota atau pemerintah kabupaten setempat lewat tim fasilitator desa. Usulan tersebut kemudian diteruskan ke pemerintah provinsi yang nantinya bermuara di pemerintah pusat.

"Dari pemerintah kota atau pemerintah kabupaten koordinasi dengan pemerintah provinsi mengusulkan rumah tidak layak huni. Nah dari situ kita verifikasi," terang Direktur Rumah Swadaya Ditjen Penyediaan Perumahan Raden Jhony Fajar Sofyan Subrata di Pendopo Kantor Bupati Kuningan, Sabtu (8/10/2016).

Setelah dinyatakan layak untuk mendapatkan BSPS, peningkatan kualitas rumah yang masuk kategori tidak layak huni kemudian direnovasi secara bersama-sama dengan masyarakat setempat. Konsep ini dilakukan dengan asas kebersamaan dan gotong royong sehingga kualitas tempat tinggal masyarakat semakin meningkat.

Besaran bantuan berkisar antara Rp 7,5-15 juta per rumah, tergantung kepada tingkat kelayakan rumah. Bantuan akan diberikan dalam bentuk bahan material, bukan tunai.

"(Sebanyak) 70% rumah dibangun masyarakat. Ini potensi yang mana masyarakat mempunyai kemampuan membangun sendiri," kata Jhony.

Program ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapatkan tugas untuk mengurangi jumlah tidak layak huni di Indonesia.

Hingga 2019, Kementerian PUPR menargetkan rumah tidak layak huni berkurang menjadi 1,9 juta dari 2,51 juta di 2015.

Sumber: finance.detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar